Jumat, 27 November 2015

Diklat Mgang Perdana LKP2M UIN MALANG

SIAPA AKU ?


Namaku Nova Putri Diana, aku biasa dipanggil Nova. Aku lahir di Tulungagung pada tanggal 19  November 1998, aku adalah anak tunggal. Olahraga favoritku badminton meskipun aku tidak jago bermain tapi aku  tetap suka dan olahraga yang paling tidak aku suka adalah voli, trauma masa lalu yang membuatku membencinya. Aku paling suka makanan nasi goreng apalagi buatan bapakku, tidak ada makanan yang bisa menandingi nikmatnya masakan ibu dan bapakku.
Pengalaman akademikku. Dari PAUD sampai SMA semuanya ditempat yang sama, PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) aku angkatan pertama pada saat itu aku mulai masuk PAUD saat itu berusia 3,5 tahun, tidak banyak pengalaman yang aku dapat dari sana, meskipun ada, mungkin aku tidak mengingatnya.  Setelah itu aku melanjutkan ke TK PSM Tanen, tidak jauh dari tempat sekolahku dulu bahkan berhadapan, perjalanan taman-taman kanak-kanakku sangat membingungkan karena ditengah-tengah proses tahun pengajaran aku harus pindah di RA PSM Tanen, entah apa yang membuatku harus pindah kesana, namun setelah beberapa waktu aku harus kembali ke sekolah lamaku, di TK PSM Tanen, yang aku ingat dari masa taman kanak-kanak saat itu, aku menjadi seorang anak yang pendiam dan menjadi bahan bulliyan, namun bulliyan saat itu berbeda dengan sekarang  maksimal disuruh dorong ayunan teman.
Dan setelah itu  aku melanjutkan ke MI PSM Tanen, masih disamping sekolah lamaku, yang kuingat hanyalah kenakalanku, rambut pirang, tidak pernah belajar, suka nyontek, suka membohongi guru, orang tua, dan aku siswi yang paling tidak bisa dan saat itu peringkat yang pernah aku dapat maksimal adalah peringkat delapan, entah pada saat aku tidak ingin apapun dan yang aku inginkan hanyalah kesenangan dan bermain hal itu terjadi sampai aku kelas lima, hingga ada  hal yang memotivasiku untuk belajar dan mengejar ketertinggalanku dulu. Pada waktu aku kelas lima aku mendapatkan peringkat lima, disepanjang sejarah inilah peringkat kelas tertinggi yang aku dapat, dan aku terus berusaha dan belajar hingga akhirnya pada kelas enam aku bisa mendapatkan peringkat tiga, senang sekali, namun hasil UN ku tidak memuaskan padahal aku sudah berusaha keras. Melihat nilaiku yang sedikit harus kuurungkan niat untuk melanjutkan ke SMP favoritku. Sedih ? iya sedih banget, masih belum bisa move on dari sekolah lamaku dan harus melanjutkan ke SMP pilihan ibuku.
Setelah itu aku melanjutkan ke MTS PSM Tanen yang masih satu yayasan dengan sekolah-sekolahku dahulu. Dari sinilah aku memulai membuka lembaran baru dan bertekad untuk menjadi  lebih baik dari sebelumnya. Pada semester pertama sikapku masih tidak berbeda dengan sikapku di madrasah ibtidaiyah, masih suka main-main dan pada semester ini aku mampu menduduki peringkat delapan, timbul rasa tidak puas dan adanya dorongan untuk memperbaiki kualitas diri dan dari situ aku belajar dan belajar lebih keras lagi sehingga pada semester dua aku bisa meraih peringkat empat, seneng banget.
Mulai saat itu aku terus belajar dan aku bisa aktif dalam segala kegiatan, mengikuti pramuka baik tingkat ranting, kabupaten, maupun provinsi selain pramuka aku juga aktif dalam organisasi intra sekolah (OSIS) aku menjabat sebagai seksi kepribadian dan budi pekerti luhur meskipun hanya sebagai pengurus biasa  namun aku ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut dan menurut penilaian guru – guru, program kerja kami adalah program kerja paling bagus diantara kepengurusan-kepengurusan sebelumnya.  Dan selain itu aku juga aktif di ekstrakulkuler PMR ( palang merah remaja ), meskipun hanya selalu menjadi korban yang ditangani,  di ekstra PMR ini kelompokku pernah menjuarai lomba P3K ( pertolongan pertama pada kecalakaan )  saat itu kami berhasil mendapatkan juara tiga sekabupaten. Aku juga pernah mengikuti lomba kaligrafi dan mendapatkan juara tiga tingkat sekolah, pada waktu aku kelas tiga aku juga mengikuti lomba karikatur dan saat itu aku berhasil mendapatkan juara dua tingkat kabupaten, dan aku juga ditunjuk oleh bapak-ibu guru untuk mewakili sekolah dengan dua teman lainya untuk mengikuti lomba FESKORA ( festival kesenian dan olah raga ) PSM tingkat nasional pada saat itu aku kebagian defisi cerdas cermat, meskipun kami tidak lolos dibabak akhir, namun kami berhasil membawa pulang juara  harapan dua.
Hal itu membuatku lebih semangat lagi untuk belajar dan meningkatkan prestasi, dan pada semester dua kelas delapan aku bisa mendapatkan peringkat dua paralel atau peringkat dua dari seluruh murid yang ada disekolahku saat itu.  Pada kelas sembilanlah mulai muncul hawa-hawa nakal kembali, entah apa yang membuatku seperti itu namun aku merasa dikelas sembilan ini adalah masa-masa paling sulitku di Madrasah Tsanawiyah. Teman –teman yang memotivasiku dan memberikan dorongan selama ini tidak sekelas lagi, selain karena hal itu sikap mereka juga mendadak berubah kepadaku,  aku merasa sikap mereka yang berubah mungkin karena nilaiku yang tiba-tiba meningkat, awalnya sakit banget, semangat belajarku menurun drastis, dan aku mulai merasa takut dengan kualitas belajarku  yang semakin-lama semakin menurun. Aku mulai bangkit dan berlari untuk mengejar ketertinggalanku kemarin. Dan pada semester akhir aku tidak menyangka kalau aku bisa mendapatkan peringkat satu paralel, senang sekali selain itu yang membuatku ingin menangis adalah aku mampu membuat orang tuaku menangis bahagia karena prestasi yang aku peroleh.
Lulus dengan nilai memuaskan membuatku percaya diri untuk mendaftar ke SMA favorit pilihanku, saat itu aku memilih MAN Insan Cendekia Serpong sebagai pilihan utamaku dan MAN Insan Cendekia Jambi sebagai pilihan keduaku. Aku yakin kalau bakalan diterima melihat pengalaman kakak kelas yang sudah berhasil, namun tuhan berkata lain pada batas waktu pengumpulan yang sudah ditentukan aku lupa mencantumkan foto dan keliru mengirim alamat otomatis aku sudah didiskualifikasi. Sakit banget, tapi aku tidak berhenti sampai disini aku berencana untuk melanjutkan ke pondok, namun ibu aku menawarkan untuk melanjutkan ke MAN 3 Tulungagung  yang letaknya dekat dengan rumahku, tidak ada pilihan lain dan akhirnya aku mendaftar dan aku memilih untuk mengikuti kelas program dua tahun atau biasa disebut kelas akselerasi, awalnya hanya coba-coba dan akhirnya aku diterima dikelas tersebut.
Tidak banyak pengalaman yang aku dapat dari masa putih abu-abu, karena apa ? karena pada masa ini tidak banyak waktu kosong kami yang bisa digunakan untuk suatu hal yang tidak ada hubunganya dengan akademik. Jadi hari-hariku habiskan waktu dikelas bersama 14 anak lainya, berangkat pagi pulang sudah sore, kalau ada tugas digunakan untuk mengerjain tugas, dan waktu malam hari digunakan untuk mempersiapkan materi besok. Di MAN aku hanya mengikuti ekstrakulikuler qiro’ah, berbeda sekali dengan masa-masa MTs yang begitu aktif di berbagai kegiatan dan perlombaan. Dan perlombaan yang aku ikuti di MAN hanyalah perlombaan yang semuanya masih tergolong akademik. Karena jurusanku dahulu MIPA jadi aku sering mengikuti perlombaan atau olimpiade yang berhubungan dengan MIPA, seperti olimpiade fisika, kimia tingkat kabupaten dan nasiona dan aku juga pernah mengikuti olimpiade bahasa arab dan pidato bahasa arab.
Rasa penat dan lelah pasti ada, pada semester pertengahan timbul rasa ingin keluar dari kelas ini dan pindah di kelas regular, setelah difikir-fikir kasihan juga orang tuaku kalau aku harus pindah di kelas regular, saat itu juga aku kembali menata niat dan tekad, menyusun tujuanku yang pernah aku impikan dahulu. Dan aku bersyukur sekali bisa bertahan sampai UN. Maklum anak SMA yang mau lulus pasti pada bingung dengan kampus yang akan menjadi tujuan menuntut ilmu selanjutnya, begitupun dengan ku.
                Pada awalnya aku memilih teknik sipil Intitus Teknologi Surabaya (ITS) karena sesuai jurusanku dan aku juga suka merancang, menggambar dan membangun karena pada saat itu sering tugas rumahnya membuat miniature bangunan baik itu rumah, jembatan, maupun tempat-tempat umum lainya yang mana dalam proses pengerjaanya menggunakan teori dan rumus fisika ataupun matematika, karena itu aku ingin melanjutkan di jurusan teknik sipil. Tuhan berkata lain, orang tuaku tidak mengizinkan hingga pada waktu pendaftaran SNMPTN aku mendaftar di Universitas Jember (UNEJ) dengan jurusan Agribisnis, aku memilih pertanian karena pada saat itu aku berfikir masuk teknik tidak diizinkan sama orang tua, kalau aku masuk pertanian pasti boleh.  Pada saat itu aku berfikir buah yang jatuh tidak jauh dari pohonya, bapakku seorang petani jadi kalau anaknya juga petani maka harus menjadi seorang petani yang sukses dan hebat, mampu mensejahterakan masyarakat disekitarnya, dan pastinya menjadi seorang petani yang intelektual.
 aku masih belum lolos di jalur ini, dan aku mencoba daftar kembali di SPAN-PTKIN dengan jurusan perbankan syariah UIN Malang dan perbankan syariah IAIN Tulungagung, dan aku lolos di IAINnya, tetapi tidak aku ambil , dan aku mengikuti SBMPTN ( seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) dan aku memilih jurusan administrasi negara UNAIR sebagai pilihan pertamaku dan ekonomi islam pilihan keduaku, dan biologi UIN Malang, namun aku masih belum lolos. Hampir aku merasa putus asa, karena dijalur SPAN tidak aku ambil maka aku daftar kembali di jalur mandiri, awalnya aku ingin daftar SBMPTBR UNEJ namun karena waktu yang terlalu mepet akhirnya tidak jadi , dan aku daftar di jalur mandiri UNS semua sudah lengkap karena satu kendala foto yang tidak muat akhirnya diundur dan tidak jadi, setelah itu aku ada rencana di UM namun setelah melihat biaya mahasiswa mandiri disana yang begitu mahal, akhirnya tidak jadi. Pada akhirnya aku disaranin guru dan teman-teman buat daftar di UIN , dan akhirnya aku mendaftar di UIN  dengan pilihan pertama Al-akhwal Al-syaksiah dan yang kedua akuntansi, dan hukum tata negara, tidak lupa buat  berjaga-jaga aku juga daftar ujian mandiri di IAIN Tulungagung jurusan Perbankan syariah dan Akuntansi . karena tes di IAIN Tulungagung dan pengumumanya jauh dari UIN Malang , karena aku diterimadi UIN Malang jadi aku tidak jadi tes di IAIN. Aku keterima di pilihan pertamaku yaitu al-akhwal as-syahsiah
                Kronologi diterimanya aku di UIN Malang, hari itu hari dimana pengumuman hasil tes mandiri UIN Malang, sebenarnya dari jam tiga ada sms dan di sosial media dari facebook sampai whatsapp pada ngucapin selamat, aku tidak tahu maksutnya, karena setahu aku pengumuman masih jam lima sore, setelah jam lima aku pergi kewarnet dengan perasaan yang datar-datar saja karena jika tidak diterima hal itu sudah biasa, dan ternyata aku lolos dipilihan pertamaku, dan pulang aku langsung teriak dan terharu “ ibuk aku diterima” kataku. “alhamdzulillah, jurusan apa “ tanya ibuku. “ Al-akhwal apa gitu ,aku lupa “ jawabku . Jujur saat itu aku benar-benar tidak tahu jurusan apa itu dan akhirnya aku balik kewarnet lagi untuk mencari tahu apa itu jurusan al-akhwal al-syakhsiyah.
                Singkat cerita dan aku masuk UIN, jujur pertama masih kaget degan suasana UIN apalagi di ma’hadnya karena sebelumnya tidak pernah tinggal dipesantren, pada awalnya banyak UKM yang ingin aku ikuti, namun setelah aku pilih-pilih dan konsultasi dengan kakak tingkat dan orang tua utamanya, akhirnya aku memilih HTQ (Haiah Tahfidzil Quran), sebenarnya aku sudah tidak ingin mengikuti kegiatan lain dikampus, namun saat itu ada temen aku mengajak untuk ikut LKP2M lantas aku berfikir apa itu LKP2M, kemudian aku ingat UKM yang pernah aku minatin saat pertama kali jadi maba, saat itu waktu OPAK U di gedung SC (sport center) ada pembagian buku dari pihak LKP2M namun saat itu tidak kebagian sangking aku penasaran akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi ke UKM dan minta buku disana dan sedikit bertanya-tanya.
                Tujuanku utamaku di LKP2M yaitu  belajar dan untuk kedepanya aku ingin menjadi seperti apa yang sudah aku tuliskan di mind map waktu diklat kemarin, dan aku akan berjalan mengikuti waktu begitu saja entah apa rencana dan yang akan aku lakukan.