Jumat, 27 November 2015

Diklat Mgang Perdana LKP2M UIN MALANG

SIAPA AKU ?


Namaku Nova Putri Diana, aku biasa dipanggil Nova. Aku lahir di Tulungagung pada tanggal 19  November 1998, aku adalah anak tunggal. Olahraga favoritku badminton meskipun aku tidak jago bermain tapi aku  tetap suka dan olahraga yang paling tidak aku suka adalah voli, trauma masa lalu yang membuatku membencinya. Aku paling suka makanan nasi goreng apalagi buatan bapakku, tidak ada makanan yang bisa menandingi nikmatnya masakan ibu dan bapakku.
Pengalaman akademikku. Dari PAUD sampai SMA semuanya ditempat yang sama, PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) aku angkatan pertama pada saat itu aku mulai masuk PAUD saat itu berusia 3,5 tahun, tidak banyak pengalaman yang aku dapat dari sana, meskipun ada, mungkin aku tidak mengingatnya.  Setelah itu aku melanjutkan ke TK PSM Tanen, tidak jauh dari tempat sekolahku dulu bahkan berhadapan, perjalanan taman-taman kanak-kanakku sangat membingungkan karena ditengah-tengah proses tahun pengajaran aku harus pindah di RA PSM Tanen, entah apa yang membuatku harus pindah kesana, namun setelah beberapa waktu aku harus kembali ke sekolah lamaku, di TK PSM Tanen, yang aku ingat dari masa taman kanak-kanak saat itu, aku menjadi seorang anak yang pendiam dan menjadi bahan bulliyan, namun bulliyan saat itu berbeda dengan sekarang  maksimal disuruh dorong ayunan teman.
Dan setelah itu  aku melanjutkan ke MI PSM Tanen, masih disamping sekolah lamaku, yang kuingat hanyalah kenakalanku, rambut pirang, tidak pernah belajar, suka nyontek, suka membohongi guru, orang tua, dan aku siswi yang paling tidak bisa dan saat itu peringkat yang pernah aku dapat maksimal adalah peringkat delapan, entah pada saat aku tidak ingin apapun dan yang aku inginkan hanyalah kesenangan dan bermain hal itu terjadi sampai aku kelas lima, hingga ada  hal yang memotivasiku untuk belajar dan mengejar ketertinggalanku dulu. Pada waktu aku kelas lima aku mendapatkan peringkat lima, disepanjang sejarah inilah peringkat kelas tertinggi yang aku dapat, dan aku terus berusaha dan belajar hingga akhirnya pada kelas enam aku bisa mendapatkan peringkat tiga, senang sekali, namun hasil UN ku tidak memuaskan padahal aku sudah berusaha keras. Melihat nilaiku yang sedikit harus kuurungkan niat untuk melanjutkan ke SMP favoritku. Sedih ? iya sedih banget, masih belum bisa move on dari sekolah lamaku dan harus melanjutkan ke SMP pilihan ibuku.
Setelah itu aku melanjutkan ke MTS PSM Tanen yang masih satu yayasan dengan sekolah-sekolahku dahulu. Dari sinilah aku memulai membuka lembaran baru dan bertekad untuk menjadi  lebih baik dari sebelumnya. Pada semester pertama sikapku masih tidak berbeda dengan sikapku di madrasah ibtidaiyah, masih suka main-main dan pada semester ini aku mampu menduduki peringkat delapan, timbul rasa tidak puas dan adanya dorongan untuk memperbaiki kualitas diri dan dari situ aku belajar dan belajar lebih keras lagi sehingga pada semester dua aku bisa meraih peringkat empat, seneng banget.
Mulai saat itu aku terus belajar dan aku bisa aktif dalam segala kegiatan, mengikuti pramuka baik tingkat ranting, kabupaten, maupun provinsi selain pramuka aku juga aktif dalam organisasi intra sekolah (OSIS) aku menjabat sebagai seksi kepribadian dan budi pekerti luhur meskipun hanya sebagai pengurus biasa  namun aku ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut dan menurut penilaian guru – guru, program kerja kami adalah program kerja paling bagus diantara kepengurusan-kepengurusan sebelumnya.  Dan selain itu aku juga aktif di ekstrakulkuler PMR ( palang merah remaja ), meskipun hanya selalu menjadi korban yang ditangani,  di ekstra PMR ini kelompokku pernah menjuarai lomba P3K ( pertolongan pertama pada kecalakaan )  saat itu kami berhasil mendapatkan juara tiga sekabupaten. Aku juga pernah mengikuti lomba kaligrafi dan mendapatkan juara tiga tingkat sekolah, pada waktu aku kelas tiga aku juga mengikuti lomba karikatur dan saat itu aku berhasil mendapatkan juara dua tingkat kabupaten, dan aku juga ditunjuk oleh bapak-ibu guru untuk mewakili sekolah dengan dua teman lainya untuk mengikuti lomba FESKORA ( festival kesenian dan olah raga ) PSM tingkat nasional pada saat itu aku kebagian defisi cerdas cermat, meskipun kami tidak lolos dibabak akhir, namun kami berhasil membawa pulang juara  harapan dua.
Hal itu membuatku lebih semangat lagi untuk belajar dan meningkatkan prestasi, dan pada semester dua kelas delapan aku bisa mendapatkan peringkat dua paralel atau peringkat dua dari seluruh murid yang ada disekolahku saat itu.  Pada kelas sembilanlah mulai muncul hawa-hawa nakal kembali, entah apa yang membuatku seperti itu namun aku merasa dikelas sembilan ini adalah masa-masa paling sulitku di Madrasah Tsanawiyah. Teman –teman yang memotivasiku dan memberikan dorongan selama ini tidak sekelas lagi, selain karena hal itu sikap mereka juga mendadak berubah kepadaku,  aku merasa sikap mereka yang berubah mungkin karena nilaiku yang tiba-tiba meningkat, awalnya sakit banget, semangat belajarku menurun drastis, dan aku mulai merasa takut dengan kualitas belajarku  yang semakin-lama semakin menurun. Aku mulai bangkit dan berlari untuk mengejar ketertinggalanku kemarin. Dan pada semester akhir aku tidak menyangka kalau aku bisa mendapatkan peringkat satu paralel, senang sekali selain itu yang membuatku ingin menangis adalah aku mampu membuat orang tuaku menangis bahagia karena prestasi yang aku peroleh.
Lulus dengan nilai memuaskan membuatku percaya diri untuk mendaftar ke SMA favorit pilihanku, saat itu aku memilih MAN Insan Cendekia Serpong sebagai pilihan utamaku dan MAN Insan Cendekia Jambi sebagai pilihan keduaku. Aku yakin kalau bakalan diterima melihat pengalaman kakak kelas yang sudah berhasil, namun tuhan berkata lain pada batas waktu pengumpulan yang sudah ditentukan aku lupa mencantumkan foto dan keliru mengirim alamat otomatis aku sudah didiskualifikasi. Sakit banget, tapi aku tidak berhenti sampai disini aku berencana untuk melanjutkan ke pondok, namun ibu aku menawarkan untuk melanjutkan ke MAN 3 Tulungagung  yang letaknya dekat dengan rumahku, tidak ada pilihan lain dan akhirnya aku mendaftar dan aku memilih untuk mengikuti kelas program dua tahun atau biasa disebut kelas akselerasi, awalnya hanya coba-coba dan akhirnya aku diterima dikelas tersebut.
Tidak banyak pengalaman yang aku dapat dari masa putih abu-abu, karena apa ? karena pada masa ini tidak banyak waktu kosong kami yang bisa digunakan untuk suatu hal yang tidak ada hubunganya dengan akademik. Jadi hari-hariku habiskan waktu dikelas bersama 14 anak lainya, berangkat pagi pulang sudah sore, kalau ada tugas digunakan untuk mengerjain tugas, dan waktu malam hari digunakan untuk mempersiapkan materi besok. Di MAN aku hanya mengikuti ekstrakulikuler qiro’ah, berbeda sekali dengan masa-masa MTs yang begitu aktif di berbagai kegiatan dan perlombaan. Dan perlombaan yang aku ikuti di MAN hanyalah perlombaan yang semuanya masih tergolong akademik. Karena jurusanku dahulu MIPA jadi aku sering mengikuti perlombaan atau olimpiade yang berhubungan dengan MIPA, seperti olimpiade fisika, kimia tingkat kabupaten dan nasiona dan aku juga pernah mengikuti olimpiade bahasa arab dan pidato bahasa arab.
Rasa penat dan lelah pasti ada, pada semester pertengahan timbul rasa ingin keluar dari kelas ini dan pindah di kelas regular, setelah difikir-fikir kasihan juga orang tuaku kalau aku harus pindah di kelas regular, saat itu juga aku kembali menata niat dan tekad, menyusun tujuanku yang pernah aku impikan dahulu. Dan aku bersyukur sekali bisa bertahan sampai UN. Maklum anak SMA yang mau lulus pasti pada bingung dengan kampus yang akan menjadi tujuan menuntut ilmu selanjutnya, begitupun dengan ku.
                Pada awalnya aku memilih teknik sipil Intitus Teknologi Surabaya (ITS) karena sesuai jurusanku dan aku juga suka merancang, menggambar dan membangun karena pada saat itu sering tugas rumahnya membuat miniature bangunan baik itu rumah, jembatan, maupun tempat-tempat umum lainya yang mana dalam proses pengerjaanya menggunakan teori dan rumus fisika ataupun matematika, karena itu aku ingin melanjutkan di jurusan teknik sipil. Tuhan berkata lain, orang tuaku tidak mengizinkan hingga pada waktu pendaftaran SNMPTN aku mendaftar di Universitas Jember (UNEJ) dengan jurusan Agribisnis, aku memilih pertanian karena pada saat itu aku berfikir masuk teknik tidak diizinkan sama orang tua, kalau aku masuk pertanian pasti boleh.  Pada saat itu aku berfikir buah yang jatuh tidak jauh dari pohonya, bapakku seorang petani jadi kalau anaknya juga petani maka harus menjadi seorang petani yang sukses dan hebat, mampu mensejahterakan masyarakat disekitarnya, dan pastinya menjadi seorang petani yang intelektual.
 aku masih belum lolos di jalur ini, dan aku mencoba daftar kembali di SPAN-PTKIN dengan jurusan perbankan syariah UIN Malang dan perbankan syariah IAIN Tulungagung, dan aku lolos di IAINnya, tetapi tidak aku ambil , dan aku mengikuti SBMPTN ( seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) dan aku memilih jurusan administrasi negara UNAIR sebagai pilihan pertamaku dan ekonomi islam pilihan keduaku, dan biologi UIN Malang, namun aku masih belum lolos. Hampir aku merasa putus asa, karena dijalur SPAN tidak aku ambil maka aku daftar kembali di jalur mandiri, awalnya aku ingin daftar SBMPTBR UNEJ namun karena waktu yang terlalu mepet akhirnya tidak jadi , dan aku daftar di jalur mandiri UNS semua sudah lengkap karena satu kendala foto yang tidak muat akhirnya diundur dan tidak jadi, setelah itu aku ada rencana di UM namun setelah melihat biaya mahasiswa mandiri disana yang begitu mahal, akhirnya tidak jadi. Pada akhirnya aku disaranin guru dan teman-teman buat daftar di UIN , dan akhirnya aku mendaftar di UIN  dengan pilihan pertama Al-akhwal Al-syaksiah dan yang kedua akuntansi, dan hukum tata negara, tidak lupa buat  berjaga-jaga aku juga daftar ujian mandiri di IAIN Tulungagung jurusan Perbankan syariah dan Akuntansi . karena tes di IAIN Tulungagung dan pengumumanya jauh dari UIN Malang , karena aku diterimadi UIN Malang jadi aku tidak jadi tes di IAIN. Aku keterima di pilihan pertamaku yaitu al-akhwal as-syahsiah
                Kronologi diterimanya aku di UIN Malang, hari itu hari dimana pengumuman hasil tes mandiri UIN Malang, sebenarnya dari jam tiga ada sms dan di sosial media dari facebook sampai whatsapp pada ngucapin selamat, aku tidak tahu maksutnya, karena setahu aku pengumuman masih jam lima sore, setelah jam lima aku pergi kewarnet dengan perasaan yang datar-datar saja karena jika tidak diterima hal itu sudah biasa, dan ternyata aku lolos dipilihan pertamaku, dan pulang aku langsung teriak dan terharu “ ibuk aku diterima” kataku. “alhamdzulillah, jurusan apa “ tanya ibuku. “ Al-akhwal apa gitu ,aku lupa “ jawabku . Jujur saat itu aku benar-benar tidak tahu jurusan apa itu dan akhirnya aku balik kewarnet lagi untuk mencari tahu apa itu jurusan al-akhwal al-syakhsiyah.
                Singkat cerita dan aku masuk UIN, jujur pertama masih kaget degan suasana UIN apalagi di ma’hadnya karena sebelumnya tidak pernah tinggal dipesantren, pada awalnya banyak UKM yang ingin aku ikuti, namun setelah aku pilih-pilih dan konsultasi dengan kakak tingkat dan orang tua utamanya, akhirnya aku memilih HTQ (Haiah Tahfidzil Quran), sebenarnya aku sudah tidak ingin mengikuti kegiatan lain dikampus, namun saat itu ada temen aku mengajak untuk ikut LKP2M lantas aku berfikir apa itu LKP2M, kemudian aku ingat UKM yang pernah aku minatin saat pertama kali jadi maba, saat itu waktu OPAK U di gedung SC (sport center) ada pembagian buku dari pihak LKP2M namun saat itu tidak kebagian sangking aku penasaran akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi ke UKM dan minta buku disana dan sedikit bertanya-tanya.
                Tujuanku utamaku di LKP2M yaitu  belajar dan untuk kedepanya aku ingin menjadi seperti apa yang sudah aku tuliskan di mind map waktu diklat kemarin, dan aku akan berjalan mengikuti waktu begitu saja entah apa rencana dan yang akan aku lakukan.

Kamis, 13 Februari 2014

STRATEGI MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


Bismillahirrohmanirrohim

Bagi kalian yang akan menghadapi ujian nasional pastinya membutuhkan trik-trik dan Strategi dalam menghadapinya kan ,Simak dengan cermat yah 21  trik-trik yang aku tulis dibawah ini. “SEMOGA BERMANFAAT”  AAMIIN

1. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

2. Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal yang telah ditentukan, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

3. Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

4. Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

5. Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

6. Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.

7. Mohon doa restu dari orang tua
Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN tahun ini sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.
Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Tuhan Mahatahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambanya.
1. Belajar
8. Belajar cerdas
Belajar yang cerdas bisa jadi pilihan. Ada kerja keras, ada juga kerja cerdas. Dalam hal belajar pun sama saja, belajar keras atau belajar cerdas? akan sangat optimal apabila kerja keras dan kerja cerdas kita kombinasikan. 

9. Hafalan
Mungkin ada yang sangat kesulitan ketika harus berhadapan dengan urusan hafal menghafal. Iya, itu dapat dimaklumi, karena memang kelebihan dan kelemahan orang itu memang berbeda-beda. Tidak bisa disalahkan juga. Tetapi jika mau menerapkan triknya, sepertinya kesulitan dalam menghafal akan dapat diatasi.

10.  Kurangi porsi bermain
Terkadang hal ini juga sangat sulit dilakukan. Padahal waktu ujian sudah semakin dekat, eh aktifitas bermainnya bukannya dikurangi tapi malah ditambah. Wah, kalau yang model begini memang jangan sampai ditiru. Tidak sedikit orang tua yang sampai dibuat pusing karena hal ini. Padahal sudah merasa berulangkali memberikan peringatan kepada anak-anaknya untuk mengurangi bermaain dan banyak belajar karena ujian segera datang tetapi tidak pernah digubris oleh sang buah hati. Hal ini perlu kalian sadari dan perhatikan. Munculkan kesadaran dalam diri bahwa apalah arti bermain-main bila dibandingkan penyesalan jika nanti nilai hasil ujiannya jeblok bahkan maaf "tidak lulus". Toh sehabis ujian bermain-main masih bisa dilakukan, kapanpun masih tetap bisa bermain. Tetapi kalau ujian, hanya diselenggarakan 1 kali dan pada waktu yang sudah ditentukan. Sadari hal ini.

11. Ikut les
Biasanya banyak sekli para orang tua yang memiliki kesadaran diri yang tinggi dengan didukung kemmpuan finansial yang menunjang banyak yang memasukkan / mengikutsertakan buah hati mereka di lembaga-lembaga yang menyediakan fasilitas les ini. Bahkan ada juga yang les privat di rumah. Nah, dengan mengikuti les ini, akan ada trik dan tips tertentu yang sangat membantu para siswa dalam menghadapi ujian nantinya. Bagaimana, apakah kalian juga sudah ikut les?

12. Matematika
Momok menakutkan bagi kebanyakan siswa peserta ujian adalah mata pelajaran matematika. Kuasai rumus-rumus dan rajin berlatih mengerjakan soal adalah kuncinya. Karena, omong kosong belajar matematika tanpa dibarengi dengan latihan. Dengan seringnya berlatih mengerjakan soal, biasanya akan lebih mudah ingat kembali ketika waktu ujian muncul soal yang pernah dikerjakan pada waktu latihan. Tidak cuma matematika, mata pelajaran eksak yang lain juga sama saja, kuasai rumus dan diperbanyak porsi mengerjakan latihan soalnya.

13. Bagi yang sudah berpacaran, harap maklum jika putus sementara karena ujian, atau sekalian putus beneran saja ya?
Bukan rahasia lagi jika ABG jaman sekarang sudah menjalin hubungan pacaran. Nah, seringkali banyak yang konsentrasi belajarnya menjadi kacau karena efek pacaran ini. Bilangnya belajar di kamar, eh setelah di cek oleh ayah ibu ke kamar, lho kok malah sms an, BBM an, asyik ngobrol via handphone. Wah, apa tidak parah kalau hal ini terjadi? lupakan dulu urusan pacaran, fokuskan diri kamu untuk menghadapi ujian. Apa sekalian putus beneran saja ya biar nggak ngeganggu? hmm kalau itu,, ya terserah kamu sendiri. Intinya fokuskan ujian lupakan dulu aktivitas pacaran.

14. Fokus 
Usahakan untuk bisa fokus dlam menghadapi ujian. Jangan selengekan. Siapa yang serius dan bersungguh-sungguh, dia pasti akan menuai hasilnya. Ingat, "man jadda wa jada".

15.  Belajar kelompok bersama teman-teman
Bisa juga jika memang hal ini cocok bagi kalian. Saling sharing satu dengan yang lainnya akan dapat memecahkan persoalan yang mungkin tidak bisa diselesaikan pada waktu belajar sendirian di rumah.

16.  Jaga kondisi kesehatan badan
Persiapan dalam menghadapi ujian terkadang memaksa para siswa sering melek pada malam hari, jadi kurang tidur. Oleh karena itu, kalian harus pintar-pintar menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran badan kalian. Bayangkan saja jika sudah mati-matian mempersiapkan diri menghadapi ujian, eh waktu hari H ujian tiba justru malah sakit dan masuk rumah sakit. Apa tidak rugi dua kali namanya? ingat, jaga kondisi badan kalian ya.

17.  Percaya diri
Kalian harus percaya diri ketika mengerjakan soal-soal ujian. Jangan mudah goyah karena pengaruh kanan kiri. Bisa jadi kan ada teman yang usil waktu ujian. Intinya pede saja, yakinlah pada diri sendiri.

18. Tenang saja badai pasti berlalu
Kalian harus tenang. Karena tenang ketika menghadapi masalah lebih baik hasilnya dibandingkan dengan mereka yang kacau dan tergesa-gesa dalam menghadapi ujian. Buat kondisi mu senyaman mungkin.

19. Lebih baik tidur pada saat malam menjelang ujian
Setelah sejak jauh-jauh hari melakukan berbagai persiapan yang panjang dalam rangka menghadapi ujian, lebih disarankan untuk memilih tidur saja pada saat malam ujian. Karena dengan tidur yang cukup, akan lebih baik bila dibandingkan mereka yang mengerjakan ujian sambil nahan kantuk karena malamnya tidak tidur atau kurang tidur.

20. Minta ijin dan pamit kepada orang tua sebelum berangkat ujian, bapak dan ibu minta doanya.
Doa orang tua adalah salah satu kunci kesuksesan terbesar. Jadi, minta kepada bapak ibu klaian masing-masing agar ujian kalian dapat dilewati dengan mudah. Doa ibu sangatlah manjur. Ingat, surga ada di telapak kaki ibu. 

21.Tingkatkan ibadah dan  doa kepada Tuhan YME
Pernah mendengar istilah, "manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhanlah yang menentukan?" iya, kalian wajib memohon kepada Tuhan YME agar senantiasa diberikan kemudahan dan pertolonganNya agar ujian kalian dimudahkan dan diberikan hasil yang terbaik.

SEMOGA SEMUA ‘LULUS ’’100 % DENGAN NILAI YANG MEMUASKAN AAMIIN
GANBATE
FIGHTING yahhh